Bu Dendy dan Eksistensi Laki-Laki

Bu Dendy dan Eksistensi Laki-Laki

Bu Dendy marah besar. Nafasnya tersengal terbakar emosi. Tangan kiri memegang hp untuk merekam, tangan kanannnya melempar segepok uang kepada pelakor yg tertunduk diam.

Sekali lagi mohon maaf. Saya bukan mau ghibah atau ikut campur urusan rumah tangga Pak Dendy. Tapi setidaknya kita bisa mengambil hikmah dari drama pernikahan mereka. Perhatikan scene yg ini ;

“Duit Pak Dendy akeh, tapi kuwi aku sing golek. Dengan keringat kita berdua. Tanpa ada aku Pak Dendy ndak iso….!!”.

Tanpa tedeng aling-aling, caci maki yg diluapkan Bu Dandy diatas menunjukkan dia sangat superior dalam rumah tangga. Sebaliknya, Pak Dendy tampak tertekan, menjadi inferior – hanya bisa diam tak bisa berbuat apa-apa. Pelajaran pertama, jika takdir laki-laki adalah memimpin, maka tak ada satupun pemimpin yg mau direndahkan. Ketika lelaki inferior dan merasa tak dihormati, besar kemungkinan ia akan mencari jalan keluar mencari pelarian.

Kedua. Setelah mengulik beberapa photo, saya menemukan fakta, Bu Dandy ternyata lebih cantik dari si pelakor. Ngapain Pak Dendy malah selingkuh sama yg (maaf) tidak lebih cantik dari istrinya? Pesan moralnya, istri cantik itu bukan jaminan suami gak selingkuh. Lalu, apa alasan yg mendorong laki-laki berbuat serong?

Ada dua jenis lelaki yg selingkuh. Lelaki player, yg sudah punya bakat dari sononya – gak bisa diem lihat yg lebih seger. Atau lelaki yg tidak menemukan kenyamanan dalam rumah tangga.

Lantas siapa yg salah? Pelakor jelas salah. Suami juga salah, meskipun tak mencari jalan keluar untuk pelarian, meskipun hanya diam, entah dengan alasan apapun nyatanya dia sudah membuka pagar hingga ada yg berani masuk ke lingkaran rumah tangga mereka.

Jika suami selingkuh karena dia memang nggragas, ya sudah. Gak usah dibahas. Tapi kalo dia selingkuh karena memang tidak menemukan kenyamanan – semisal kehilangan rasa hormat dari pasangan dan menjadikannya seorang yg inferior, maka istri gak usah terlalu angkuh untuk mengakui bahwa dia juga salah.

Jadikan pemilik istana ini bisa saling menghargai dan menghormati, agar tak ada yg membuka pagar atau berusaha memanjat tembok kehidupan rumah tangga kita.

Dan yg paling penting, tolong japri alamat lengkap Bu Dendy. Saya pengen bikin masalah sama dia!

Barangkali saja dia juga ngelempar lima ratus juta buat saya.

*

#hormatipasanganmu

Comments

comments

You might also like

Membunuh Penista Agama

Tak ada yg istimewa dari konser The Beatles di Filipina pada Juli 1966. Namun siapa sangka John Lennon dan teman-temannya harus menuai masalah justru setelah konser usai. Ibu negara Imelda

Hidup Hanya Sekedar Mampir “Ngedit”

Saya mengenalnya nisbi pendek. Sekitar tahun 2007/2008 ketika dia mengusung PonorogoZone dengan penuh optimisme ke dalam format forum digital. Selebihnya saya melihat bocah bagus nomer 12 se-karisidenan ini sebagai generasi millenial yg paham situasi. Tau betul teknik mengakali hidup yg semakin pahit. Dulu ketika PonorogoZone masih berbentuk embrio uget-uget, dia datang dengan segudang obsesi …

Para Bajingan yang Menyenangkan

Salah satu kenikmatan hidup adalah mempunyai teman-teman yg suka ketawa dan bawel, meski kadang selalu merepotkan. Sialnya, saya masuk ke dalam barisan kelompok yg kalau tidak over dosis ya telat

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply