Dari Bachtiar Nasir Hingga Nikita Mirzani

Dari Bachtiar Nasir Hingga Nikita Mirzani

Ada satu screet admiror yg sering mengikuti saya tiba2 menjadi hater kaffah gegara tau bahwa saya dari Pondok Modern. Dia menghubungkan Gontor dengan Bachtiar Nasir – motor 411/212. Lantas dengan serampangan membuat generalisasi tanpa mau melihat yg lain, sehingga bersikap antipati dengan Pondok Modern.

Ya sudah, mungkin saya tidak lebih baik dari dia. Saya berharap dia bisa lebih baik dari orang2 jebolan Pondok Modern Gontor yg saya sebutkan di bawah ini :

– Idham Chalid, Dr. (Mantan Wakil Perdana Menteri RI, Pahlawan Nasional)
– Muhammad Maftuh Basyuni, Dr. (Mantan Menteri Agama RI)
– Hidayat Nur Wahid, Dr. (Wakil Ketua MPR RI & Mantan Ketua MPR RI)
– Hasyim Muzadi, Dr. K.H. (Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Mantan Ketua Umum PBNU)
– Lukman Hakim (Menteri Agama era Jokowi JK)
– Nurcholis Madjid, Prof. (Cendekiawan Muslim)
– Din Syamsuddin, Prof. (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan MUI)
– Adnan Pandu Praja (Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi)
– Abdurrahman Mohammad Fachir, Dr. (Wakil Menteri Luar Negeri RI)
– Abdussalam Panji Gumilang (Pimpinan Pesantren Al-Zaytun Indramayu)
– Bachtiar Nasir, Ust. (Ketua Alumni Saudi Arabia se-Indonesia)
– Abu Bakar Baasyir, Ust. (Pimpinan Pondok Pesantren Ngruki Solo)
– Achmad Nuril Mahyudin (Aktivis Sosial, Peraih Love & Care Award 2014)
– Emha Ainun Nadjib (Budayawan)
– Aflatun Muchtar, Prof. (Rektor UIN Raden Fatah Palembang)
– Ahmad Cholil Ridwan, K.H. (Mantan Ketua Dewan Dakwah Islamiyyah)
– Ahmad Fauzi Tidjani, Dr. (Rektor IDIA Prenduan Madura)
– Ahmad Fuadi (Jurnalis, Novelis, Peraih Education UK Alumni Award 2016)
– Ahmad Khairuddin, Prof. (Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin)
– Ahmad Luthfi Fathullah, Dr. (Direktur Kajian Hadis)
– Ahmad Satori Ismail, Prof. (Ketua Ikatan Dai Indonesia)
– Akbar Zainudin (Motivator & Trainer “Man Jadda Wajada”)
– Ali Mufrodi, Prof. (Wakil Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya)
– Amal Fathullah Zarkasyi, Prof. (Rektor Universitas Darussalam Gontor)
– Amsal Bachtiar, Prof. (Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam)
– Andri Sofyansyah (Sutradara, Film Dokumenter Terbaik FFI 2013)
– Anwar Sadeli Karim, K.H. (Ketua Umum Mathlaul Anwar)
– Armanu Thoyib, Prof. (Ketua Asosiasi Ilmuwan Manajemen Indonesia)
– Asep Sulaiman Subanda (Peraih Asia Pasific MO Entrepreneur 2008)
– Aunur Rohim Faqih, Dr. (Dekan FH UII Yogyakarta)
– Azhar Arsyad, Prof. (Mantan Rektor UIN Alauddin Makassar)
– Badri Yatim, Prof. (Mantan Dekan Fakultas Adab UIN Jakarta)
– Damanhuri Zuhri (Jurnalis & wartawan senior Republika)
– Dedi Djubaedi, Prof. (Mantan Direktur Madrasah Kemenag)
– Didin Sirojuddin AR (Kaligrafer Internasional, Pesantren Kaligrafi Al-Quran)
– Edyson Saifullah, Dr. (Dekan Fakultas Ekonomi UIN Palembang)
– Eka Putra Wirman, Dr. (Rektor IAIN Imam Bonjol Padang)
– Gilang Hardian (Peraih Asia’s Student Entrepreneur Award 2015)
– Habib Chirzin, (Presiden Forum for Peace, Human Rights & Development)
– Hafidz Taftazani (Ketua Asosiasi Penyelenggara Haji Khusus se-Indonesia)
– Hamid Fahmy Zarkasyi, Dr. (Ketua Pimpinan Majelis MIUMI)
– Hasanain Juaini, Tgh. (Penerima Ramon Magsaysay Award)
– Hasbi Hasan, Dr. (Direktur PA Peradilan Agama Mahkamah Agung)
– Nurol Aen, Prof. (Mantan Ketua Ikatan Sarjana NU) Jawa Barat
– Ibrahim Thoyyib, KH. (Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar)
– Idris Abdul Shomad, Dr. (Wali Kota Depok Periode 2016–2020)
– Ika Yunia Fauzia, Dr. (Motivator dan Pakar Ekonomi Islam)
– Ikhwanul Kiram Mashuri (Mantan Pemimpin Redaksi Koran Republika)
– Iskandar Zulkarnaen (Manajer Kompasiana – Kompas Grup)
– Juhaya S. Praja, Prof. (Mantan Rektor Institut Agama Islam Suryalaya)
– Kalend Osen (Pendiri “Kampung Inggris” Pare Kediri)
– Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI)
– Herman Hidayat, Prof. (Pakar Lingkungan Ekosistem LIPI)
– Husnan Bey Fananie, Dr. (Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan)
– M. Amin Abdullah, Prof. (Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
– M. Amin Nurdin, Dr. (Mantan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta)
– M. Ennis Anwar, Dr. (Ketua Umum Al-Ittihadiyyah)
– M. Hawin, Prof. (Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada)
– Masrur Masykur (Wakil Bupati Kendal Periode 2016–2020)
– Mauludin Anwar (Mantan Direktur Pemberitaan SCTV)
– Muchlis M. Hanafi, Dr. (Direktur Lajnah Pentashihan Al-Quran)
– Muhammad Akhyar Adnan, Dr. (Wakil Rektor UII Yogyakarta)
– Muhammad Muzammil Basyuni (Mantan Duta Besar RI untuk Suriah)
– Muharrir Asy’ari (Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh)
– Muhtarom HM, Prof. (Rektor Universitas Nahdhatul Ulama Jepara)
– Mudjahid Danun (Pendiri Persatuan Pelajar Muslim Eropa)
– Munawar Liza Zainal (Mantan Wali Kota Sabang, NAD)
– Mushtofa Taufik Abdul Latif, (Duta Besar Indonesia untuk Oman)
– Ramly Hutabarat, Prof. (Mantan Direktur Tata Negara Kemenkumham)
– Roem Rowi, Prof. (Mantan Ketua MUI Jawa Timur)
– Siswanto Masruri, Prof. (Mantan Wakil Rektor UIN Yogyakarta)
– Sulaeman Ma’ruf, K.H. (Ketua Forum Pondok Pesantren Banten)
– Sumper Mulia Harahap, Dr. (Dekan FSH IAIN Padangsidempuan)
– Susiknan Azhari, Prof. (Direktur Museum Astronomi Islam
– Syarifah Gustiawati, Dr. (Pakar Ekonomi Islam)
– Syahrul Mamma, Dr. Irjen. Pol. (Dirjen Perlindungan Konsumen)
– Tajuddin Noor (Mantan Duta Besar RI untuk Sudan)
– Wahib Abdul Jawad, (Mantan Duta Besar RI untuk Suriah)
– Yudi Latief, Dr. (Direktur Reform Institute)
– Yudhi Wahyuni (Mantan Walikota Banjarmasin)
– Zuhri M. Syazali (Mantan Bupati Bangka Barat)
– Zulkifli Muhadli, Dr. (Mantan Bupati Sumbawa Barat)
– Muhammad Hilmy (Pengusaha, Jenang Kudus “Mubarok”)
– Dsb

Masih kurang? Oke, Nikita Mirzani (artis) itu juga pernah mencicipi mondok di Pesantren Gontor Putri lho!

Nah kalo udah kayak gini siapa yg pantas diantipati? Pondoknya apa personalnya?

Tapi yg jelas saya tidak menemukan nama Al Mukarom Syeh Harry Tanoe Soedibyo dalam list diatas. Ada yg tau dia mondok dimana? Ini penting, sebab faktanya anak2 sekarang lebih hafal mars Perindo daripada Syi’ir Abu Nawas. Serius!

Grow up boy!

Comments

comments

You might also like

Bathoro Katong, Islam dan Ponorogo

Namanya Lembu Kenongo – kelak berganti nama menjadi Raden Fatah. Dia mengikut jejak Islam – berguru di bawah bimbingan Wali Songo di Demak. Saat kekuasaan Brawijaya V mulai meredup, Raden

Jangan Takut Nak

Jangan takut nak. Hidup memang tak selalu tenang seperti yg kau harapkan, pun tak setengik yg kau fikir. Dia akan menghempaskanmu, lalu menyeretmu dalam kubangan ombak yg bertubi-tubi. Terkadang dia

Ngopi di Angkringan Mojok

Sebelumnya dinamai Warung Mas Kali. Namun semenjak Anies Baswedan didapuk sebagai menteri pendidikan warung ini berubah nama menjadi Angkringan Mojok. Mungkin sekarang akan dirubah lagi menjadi Angkringan Full Day. Suasananya

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply