Facebook itu Menang Asu

Facebook itu Menang Asu

Semula saya tidak percaya kalo Buni Yani orang bodoh. Dosen The London School of Public Relations (sebuah perguruan tinggi swasta bergengsi yg mengkonsentrasikan diri pada fokus komunikasi media massa) – kok bisa gak ngerti kerja media. Apa iya dia juga gak tahu karakter media? Jika memang benar demikian, London School harus memperketat screening otak dosen2nya.

Facebook memiliki keunikan yg melekat langsung pada hal2 yg bersifat teknikal hasil besutan insinyur2 Mark. Disitu ada News Feed, Status Update, Photos, Posted Item, Live Feed, dsb – semuanya terhubung! Semua bisa memantau, mengikuti, memberikan komentar, like, share terhadap apa yg terjadi di network (komunitas atau pertemanan). Semua ini urusan teknikal – sebuah gerak mesin berdasarkan coding yg unik.

Mark adalah seorang jenius. Facebook memberikan gratis semua keunikan itu dengan imbal balik bahwa semua aktifitas, status, interest dan data2 yg kita masukkan adalah aset yg (telah) mereka jual kepada advertiser. Bagi facebook kita ini produk. Bukan konsumen!

Kembali ke Buni Yani. Saya yakin orang ini tahu persis bagaimana Facebook bekerja. Minimal dia sadar apa diunggahnya akan dibaca atau dilihat oleh networking nya, lalu kemungkinan akan dikomentari, di like, di share, tersebar atau dibiarkan berlalu – sesuai dengan kerja mesin Facebook. Jika kemudian terjadi kegaduhan karena video yg dia unggah, logika dari mana yg bisa menjelaskan bahwa ini kesalahan mesin Facebook?

Facebook itu hanya alat bukan pelaku. Tentang benar tidaknya konten yg dia unggah itu sudah bukan lagi menjadi wewenang Buni Yani. Yg perlu digaris bawahi adalah karena perbuatannya, Buni Yani telah membuat keresahan masyarakat. Saya pengen nanya, jika Buni Yani memakai golok buat bunuh orang, (alasan membunuh dan siapa yg dibunuh itu soal lain – intinya dia telah melakukan perbuatan yg mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang), lalu membuat pengakuan, “Maaf pak polisi, saya hanya menempelkan golok dileher dia. Lalu dia memutar kepala, jadi putus deh lehernya. Jadi bukan saya yg memotong leher dia, tapi golok!” Hmmm… apa yg terjadi? Penyidik itu langsung salto ke belakang tujuh kali sambil makan kuaci mendengar penjelasan macam itu. Inilah pembodohan yg seasu-asunya.

Facebook bukan kumpulan orang dongok yg bisa dia jadikan korban kambing hitam macam sari roti atau equil. Disitu ada Disclaimer atau Term and Condition untuk dibaca dulu biar gak kejang2 kemudian.

Ketika dicokok polisi untuk sekedar dimintai keterangan saja, Buni Yani sudah ngompol dan ngoceh kayak orang kesurupan. Giliran dijadikan tersangka dia membuat pernyataan yg paranoid – takut dari logika dan nalar sehat. Mendengar alasan dia dan pengacaranya saya mulai sadar bahwa saya salah menilai seseorang. Semula saya menganggap dia bukan orang bodoh. Namun ada sebutan yg lebih pantas untuk dia yaitu Pengecut!

Sekali lagi, ini bukan seberapa benar apa yg telah dia lakukan. Tapi tentang seberapa jauh Buni Yani berani bertanggung jawab atas sesuatu yg dia anggap benar. Sebab kebenaran apapun tetap akan dituntut tanggung jawab – entah disini atau disana. Nanti.

Sruput kopinya dulu, mari membayangkan Mark Zuckerberg ketawa ngakak sambil ngelus2 asunya mendengar pernyataan Buni Yani dan pengacaranya. Hahahahahaha…!!!

Comments

comments

You might also like

Menangislah

Menangis. Bisa jadi adalah skala termometer paling tinggi dari sebuah ironi. Kau terlahir menangis, tapi orang2 tertawa menerima kehadiranmu. Kau mati, mereka menangis ketika kau (seharusnya) tertawa. Kau seharusnya tertawa,

Enam Puluh Menit Cuma Dapat Lima Barang

Diantara perbedaan laki2 dan perempuan yg berhubungan dengan biologi dan kebiasaan adalah cara mereka dalam mencari atau mellihat sebuah objek. Laki2 sering ketahuan sedang melirik perempuan yg lewat di sebelahnya.

Umar Bin Khattab Tidak Pernah Menghancurkan Gereja

Februari 638. Yerusalem takluk di tangan Umar Bin Khattab. Orang-orang Kristen dipaksa menyerah. Patriarkh Yerusalem, Sophronius, menyambut Umar dan Umar memintanya menemani untuk jalan-jalan melihat tempat-tempat suci di Yerusalem. Sophronius

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply