Hidup Hanya Sekedar Mampir “Ngedit”

Hidup Hanya Sekedar Mampir “Ngedit”

Saya mengenalnya nisbi pendek. Sekitar tahun 2007/2008 ketika dia mengusung PonorogoZone dengan penuh optimisme ke dalam format forum digital. Selebihnya saya melihat bocah bagus nomer 12 se-karisidenan ini sebagai generasi millenial yg paham situasi. Tau betul teknik mengakali hidup yg semakin pahit.

Dulu ketika PonorogoZone masih berbentuk embrio uget-uget, dia datang dengan segudang obsesi digitalnya. Sedikit banyak dia paham bagaimana media itu digerakkan, dimana ceruk pasar, dan center profit yg bisa dia ciptakan dari koneksi internet.

Nasib orang tak ada yg tau, jalan hidup tak bisa ditebak. Kini Rahmat Addy Prabowo telah menjelma menjadi manusia digital secara kafah. Sempat dicurigai bahwa dia adalah time traveller dari tahun 3129 yg terlempar ke masa lalu dan tersesat karena terlalu banyak mengunyah biji kopi. Sosok generasi millenial yg telah memilih jalan hidup dengan bersujud pada paket kuota. Dia berserah diri seutuhnya pada sebuah suratan yg telah dia lalui dengan darah dan air mata. Youtuber begitulah dia mendaku dirinya. Namun sebagai orang nomer 2 paling terkenal di kota Reyog, bukan berarti tak punya gentar. Ketika pundi2 dolarnya diskorsing diapun gak ambil pusing, hanya tersenyum cengengesan. Setidaknya setelah channelnya dibabat habis oleh Google, kini dia sibuk mencari akal untuk mengembangkan bisnis kopinya agar lebih besar. Intinya, bagi kalian yg ingin berinvestasi di bidang kuliner khususnya kedai kopi silakan hubungi dia langsung. Maaf tanpa perantara ya?!

Lalu apakah langkah itu bisa dikatakan bahwa dia telah mengkhinati takdirnya. Tentu saja tidak! Karena menurutnya hidup ini hanya sekedar mampir “ngedit”. Begitulah…..

.

#pardi

Comments

comments

You might also like

Enam Puluh Menit Cuma Dapat Lima Barang

Diantara perbedaan laki2 dan perempuan yg berhubungan dengan biologi dan kebiasaan adalah cara mereka dalam mencari atau mellihat sebuah objek. Laki2 sering ketahuan sedang melirik perempuan yg lewat di sebelahnya.

Sisyphus

Syahdan, Sisyphus tak sudi kembali ke neraka setelah melihat wajah dunia. Menikmati sejuk air, hangat matahari dan lautan yg berkilau cahaya. Ia membenci kematian dan mencintai kehidupan. Bersahabat dengan fana,

Bu Dendy dan Eksistensi Laki-Laki

Bu Dendy marah besar. Nafasnya tersengal terbakar emosi. Tangan kiri memegang hp untuk merekam, tangan kanannnya melempar segepok uang kepada pelakor yg tertunduk diam. Sekali lagi mohon maaf. Saya bukan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply