Kekonyolan Sandiaga Uno

Kekonyolan Sandiaga Uno

Setelah melalui serangkaian sidang yg sangat melelahkan, Ketua DPP Aliansi Lambe Juweh menetapkan Sandiaga Uno sebagai sebagai Man of The Year 2017. Sempat diwarnai perdebatan dan intimidasi beberapa pihak untuk memenangkan Ahok – seorang triger yg dengan mulut pahitnya mampu mempersatukan tujuh juta manusia untuk bergerak. Selain Ahok, beberapa nama seperti Habib Rizieq dan Setya Novanto yg punya karakter unik, sukses menguasai panggung serta mampu menggetarkan Indonesia, juga masuk nominasi. Namun pencapaian Sang Habib dan Bapak Tiang Listrik Indonesia itu nampaknya belum memenuhi syarat utama yg diharapkan.

Sandiaga Uno beda! Kalian boleh browsing dari Sabang sampai Merauke, tapi jangan berharap menemukan sosok yg mempunyai kemampuan retorika, khasanah bahasa dan kelihaian komunikasi seperti Sandi. Dia seorang pemberani yg nekad out of the box – menempuh resiko berada diluar standart kecerdasan manusia Indonesia. Anies Baswedan boleh saja mengenakan ban kapten, namun keberhasilan Sandiaga Uno dalam mengobrak-abrik benteng pertahanan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan akal sehat masyarakat luas, menjadikannya lebih pantas dijuluki Man of The Match tahun ini. Berikut highlight pernyataan Sandiaga Uno yg berhasil dikumpulkan reporter kami.

1. Terkait penayangan video rapat Pemprov DKI, Sandiaga Uno mengeluarkan pernyataan dengan bahasa yg mungkin hanya Tuhan dan dirinya saja yg tau.

“Write a letter ke Diskominfo, kita akan provide itu. And that’s hope, ini mau masuk Natal, tahun baru, festive season, kita cool down, kita jangan memanas-manaskan, malah kita harus meredam, menyejukkan dan meneduhkan suasana mulai dari Balai Kota sampai ke seluruh wilayah Jakarta.”

2. Komunikasi bisa dikatakan efektif jika penutur mampu menggunakan kalimat yg singkat dan jelas. Nampaknya hal itu sudah gak berlaku bagi seorang Sandiaga Uno. Simak baik-baik.

“Menghadapi isu banjir khususnya di 2017 dan awal 2018 ini yg lagi kita siapkan, karena sifatnya masih briefing. Terlihat banyak PR. Jadi kami masih melihat banyak masalah yg Insya Allah bisa kita petakan satu per satu. Mungkin itu dulu yg kita sampaikan karena belum ada solusi yg pasti inovatif. Ini semuanya masih dilaporkannya masalah-masalah, masalah dan masalah. Jadi saya dan Pak Anies memberi arahan satu bulan dari sekarang. Dinas-dinas terkait bisa melaporkan bencana tersebut.”

3. Masalah penataan Tanah Abang, Sandiaga Uno mengatakan.

“Kita harus mengembalikan AKSESBELITAS eee… walaupun dalam eee… sebuah BALUTAN yg eee… betul betul tertib. Nah ini yg lagi dikaji eee… supaya kita nggak perlu over OVER SPEKULASI. Kita tunggu designnya sekarang eee… Disainernya sekarang dan BINARTI bahwa eee… Koordinasi Bina Marga lagi mencoba menata eee… mempresentasikan kepada kita bentuk desaign yg bisa eee… menghadirkan eee… KEBERADILAN yg buat eee… pengemudi kendaraan”

4. Masih di seputar Tanah Abang, Sandiaga Uno menjelaskan konsep teduh terkait penataan PKL.

“Pokoknya teduh, teduh itu kan gak panas, sejuk seperti hati kita semua.”

5. Ketika ditanya soal konsep untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, Sandiaga Uno memberikan solusi seperti ini.

“Kalo yg punya uang mungkin bisa membantu untuk meringankan kemacetan di Jakarta itu dengan secara simbolis mengurangi, menambahkan kemacetan itu dengan menambah kendaraan yg ada di jalan Jakarta. Kita ke depan, masyarakat yg punya uang juga berpartisipasi untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Itu gerakan menurut saya.”

Masih kuat membacanya? Oke lanjut!

7. Kita beralih ke masalah penyakit akut Ibukota, yaitu banjir.

“Ini kejadian yg sangat eu… anomali cuaca ini yg saya selalu sampaikan bahwa sistem iklim cuaca ini sudah sangat dan itu saya sudah baca di bukunya ‘Climate of Hope’ bahwa climate change ini akan jadi sebuah fenomena yg akan mewarnai kita tahun-tahun ke depan.

8. Setelah menerangkan anomali cuaca, Sandiaga Uno mengatakan bahwa cuaca yg ekstrem akan menimbulkan pohon tumbang. Hebatnya dia bisa prediksi hal itu. Masya Alah.

“Saya bisa prediksi pohon akan tumbang, karena ini sebuah siklus cuaca yg betul-betul luar biasa perubahannya. Jadi, kami ke depannya nggak boleh lagi be as usual. Kami harus siapkan rencana aksi, prepare for the worst.”

9. Selain memiliki kemampuan komunikasi yg jenius, Sandiaga Uno juga religius. Ini terbukti ketika dia menyerahkan masalah Ibukota kepada Tuhan. Sebuah laku tawakal yg tak terfikirkan oleh siapapun.

“Instruksinya all out, segera. Kita nggak bisa melawan alam, kualat kalo ngelawan alam. Jangan bilang ini pasti surut, atau banjirnya cuma segini, nggak. Ini adalah fenomena alam. Allah lagi ngirimin hujan. Kalo kita punya sistem yg baik, hujan itu justru harus jadi berkah bagi kita.”

*

Malam anugerah Man of The Year 2017 sedianya dilakukan nanti malam dan akan dihadiri sejumlah tokoh. Melalui sambungan telepon, kami berhasil mewawancarai Vicky Prasetyo – seorang artis yg didapuk menyerahkan piala kepada Sandiaga Uno. Berikut komentarnya.

“Menata Ibukota membuat siapapun merasakan feel confused dan membutuhkan konsentrasi agar tidak terjadi miskomunikasi dan miskontrasepsi dalam kudeta hati. Untuk itu diperlukan konspirasi dalam prosesing, loading, dan downloading statusisasi sebagai vice gubernur. Meskipun hal ini tidak akan menciptakan harmonisasi sosial, politik, ekonomi, budaya, dan pertahanan, aku yakin Bang Sandi sangat kuat dan tabah. Setabah Pak Prabowo – capres tiga kali yg telah menjagokannya. Tengkyu.”

Dunia ini fana, Sandiaga Uno itu abadi. Abadi kebodohannya!

*

#happynewyear2018

Comments

comments

You might also like

Iki Teorine, Prakteke Embuh?!

1. Tak perlu mereview keunggulan, kehebatan, dan kelebihan anak kita di hadapan orang lain, karena mereka hanya bahagia dan butuh melihat keunggulan buah hatinya sendiri. 2. Orangtua membanggakan anaknya? Wajar

Selamat Hari Raya Idul Adha

Ismail meminta, “Bila Ayah baringkan aku untuk jadi kurban, telungkupkan wajahku. Jangan letakkan miring ke samping. Sebab aku khawatir bila Ayah melihat wajahku, rasa belas kasihan akan merasukimu. Perintah Allah

Apakah Ahok Harus Mundur?

Dalam situasi ini, Ahok memang harus mundur. Dia sudah kalah. Yang menciptakan kerusuhan ini tahu persis itu. Sudah sejak awal Ahok menjabat sebagai gubernur dia menjadi sasaran kampanye yang rasis.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply