Plus Minus Beragama

Plus Minus Beragama

Namanya Christian Hintze. Dia tidak suka agama, lalu mengganti namanya menjadi Ide Hintze. Di negaranya mereka yg dibabtis waktu bayi boleh meninggalkan gereja dan membuat deklarasi di kantor catatan sipil dengan nyaman. Mungkin disana agama tidak membawa banyak keuntungan. Persis ketika Hitler membuat peraturan, bahwa orang Katolik harus membayar pajak yg memberatkan.

Namanya Christian Hintze. Dia tidak suka agama, lalu mengganti namanya menjadi Ide Hintze. Dia meninggalkan agama bukan karena pajak. Dia seorang penyair yg bergairah pada dunia sajak. Seorang komponis, penggubah ratusan lagu yg menjadikan komposisi dan dirinya tak berjarak.

Namanya Christian Hintze. Dia tidak suka agama, lalu mengganti namanya menjadi Ide Hintze. Dia pernah mengikuti festival puisi di Indonesia. Ia memakai peci hitam yg menyerupai topi keuskupan gereja. Ketika di dalam taksi, pak sopir bertanya.

+ Anda memakai peci. Anda Islam?
– Bukan
+ Lalu apa agama Anda?
– Agama saya adalah puisi

Namanya Christian Hintze. Dia tidak suka agama, lalu mengganti namanya menjadi Ide Hintze. Orang Eropa tentu tidak bertanya tentang iman, tapi disini agama adalah identitas kewarganegaraan. Setelah itu dia sadar, di Indonesia agama adalah satu dari lima yg menjadi keingintahuan. Empat diantaranya umur, suku, status perkawinan, dan pekerjaan – kalau perlu penghasilan.

Namanya Christian Hintze. Dia tidak suka agama, lalu mengganti namanya menjadi Ide Hintze. Di Austria beragama mungkin tidak membawa banyak keuntungan. Bagi orang Indonesia tidak beragama akan membawa banyak kerugian. Disini agama justru membawa banyak keuntungan – terutama yg tega menjualnya di lapak2 pengajian.

Namanya Nur Sugik….

Comments

comments

You might also like

Cerita Tentang Teror

Sesuatu yg gelap mencekam untuk menakut-nakuti seseorang, sehingga meninggalkan trauma dan takut berkepanjangan. (Yg jurusan psikologi tolong dikoreksi definisi ngawur saya itu. Terima kasih). Teror tidak melulu berkaitan dengan teroris.

Generasi bahagia itu adalah generasi kelahiran 1970-1990. Dan itu adalah Kami!

Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yg luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main Petak Umpet, Boy-boynan, gobag sodor, Lompat tali, Masak-masakan, sobyong,

Bahsul Masail PWNU Jatim: Boleh Copot Status Kewarganegaraan

Bahtsul Masail Muskerwil PWNU Jawa Timur di Graha Residen Jalan Darmo Harapan 1 Surabaya memutuskan tiga masalah. Salah satunya hukum melepas status kewarganegaan bagi warga negara yang dinilai mengancam stabilitas

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply