Selamat Hari Raya Idul Adha

Selamat Hari Raya Idul Adha

Ismail meminta, “Bila Ayah baringkan aku untuk jadi kurban, telungkupkan wajahku. Jangan letakkan miring ke samping. Sebab aku khawatir bila Ayah melihat wajahku, rasa belas kasihan akan merasukimu. Perintah Allah segera batal dan berlalu.”

Seringkali kekejian itu harus ditampakkan, darah harus ditumpahkan – untuk memenuhi sebuah panggilan. Setelahnya dibungkus dengan kepasrahan atau kepatuhan. Sebagaimana Ismail yg mengatas namakan iman, mengeliminasi welas asih Ibrahim agar menjadi “tega” untuk menjalankan perintah Tuhan. Benarkah demikian?

Karena bukan ksatria iman, maka saya pasti menolak perintah seperti itu – mungkin karena takut. Bahkan setelah itu saya dicap sebagai pembangkang. Biarlah saya masuk neraka atau dikutuk asal anak itu selamat. Belas kasih kepada bocah itu lebih mengguncang ketimbang kehendak Sang Kuasa.

Sejatinya iman. Jeda antara perintah Tuhan, kepasrahan Ismail dan ketaatan Ibrahim. Sebuah tafsir yg sangat sederhana : Jangan membunuh!

Selamat Idul Adha 1438H

.

#pasrah

Comments

comments

You might also like

Memenangkan Rasa

Sayyidina Ali urung menghunus pedang kepada musuh yg sudah dipitingnya. Beliau takut bahwa kemarahanlah yg menguasai sabetan pedangnya. Para Pandawa menangis sesenggukan, memanjatkan doa2 suci ketika para Kurawa rebah di

Menjadi Pendidik yang Baik

Paha disensor, dada diblur, orang renang cuma keliatan baju ngambang di air, rokok ditutup. Tupai berbikini, pentil sapi, pantat kambing, penis kuda, semuanya disensor. “Dad, is it wrong for horses

Salam Bahagia Buat Hayati

Hayati….. kamu jangan lelah dulu ya. Sini aku kasih cerita – dialog tentang Indonesia : – Yai, jika kita melihat negara lain di luar, kelihatannya lebih maju dan lebih makmur

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply