Seniman Bajingan

Seniman Bajingan

Samson. Adalah cerita seorang pria perkasa yg mempunyai kekuatan melebihi manusia biasa. Dengan tangan kosong ia melawan seekor singa, bahkan mampu menghancurkan sebuah kavaleri musuh tanpa bantuan siapapun. Namun siapa sangka manusia kekar itu ternyata takut dengan pisau cukur. Mengapa? Karena kelemahannya terletak di rambut. Dia akan kehilangan kekuatan jika rambutnya tercukur. Maka ketika rambutnya dipangkas oleh kekasih pengkhianat bernama Delilah, Samson kembali menjadi manusia normal. Setelah berambut pendek dia malah menjadi budak!

Samson adalah kisah yg merunut atas ajaran agama Nasrani lama – dimana penganutnya mempunyai kepercayaan untuk tidak memotong rambut. Tertulis dalam Kitab mereka bahwa mencukur rambut adalah sebuah larangan keras, karena mereka meyakini kekuatan laki-laki terletak pada rambut. Tidak hanya itu, Dewa Dewa dalam mitologi Yunani Kuno seperti Zeus, Apollo, dan penguasa lautan Poseidon juga memiliki rambut yg panjang. Pendek kata, gondrong adalah simbol kemakmuran dan kekuatan.

Selain dari kisah mitologi, lini kebudayaan juga kental akan filosofi rambut panjang. Di Inggris kuno, pria dengan rambut panjang digambarkan sebagai seseorang yg artistik dan bijaksana. Sedangkan dalam Kebudayaan Barat, lelaki berambut panjang menjadi motor revolusi melalui musik dan kasih sayang. Kaum revolusioner ini menamakan diri mereka sebagai kaum Hippies.

Menurut Dimas Nur, rambut gondrong adalah penanda. Timeline abadi menuju sebuah pencapaian cita-cita, gagasan dan idealisme. Rambut panjang berfungsi sebagai sinyal bahwa ada yg belum selesai dengan diri kita. Dia memaknai sebagai sebuah laku. Dalam kegondrongan itu dia bisa berarti berjalan atau bergulir. Puasa, ziarah, mati-raga, bahkan derita. Dalam laku gondrong, dia memberontak sekaligus menerima dengan sabar apa saja yg menghantam dirinya. Lebih jauh lagi, mengolahnya kemudian menemukan cara pandang anyar untuk menciptakan sesuatu yg baru.

Meski rambut panjang telah dijadikan salah satu simbol pemberontakan dan kebebasan, namun menjadi seniman dan berambut panjang di jaman sekarang seringkali distempel sebagai sesuatu yg bersifat politis. Sebab, meskipun mereka sadar ada yg belum tuntas, tapi sisi lain mereka selalu dibenturkan pada kenyataan ; ada yg harus segera diselesaikan, terutama menyangkut periuk nasi misalnya. Karenanya dalam gondrong selalu ada gentar. Gentar yg menggelanyuti mereka yg mendaku sebagai manusia bebas seperti seorang seniman sekalipun.

Terutama para Seniman Bajingan!

*

#senimanbajingan

Comments

comments

You might also like

Belajar Tauhid kepada Iblis

Dalam Kitab at-Tawasin karya besar Mansur al-Hallaj: ALLOH bertanya pada Iblis,”Mengapa kau enggan bersujud pada Adam ?”   Iblis menjawab,”Tiada yang patut kuagungkan selain Diri-Mu”. ALLOH bertanya balik,”Kendati kau akan

Trump Musti Belajar Demokrasi dari Jokowi

Soeharto mendata keluarga para mantan anggota PKI, lalu menyematkan tanda tapol pada mereka. Memimpin sebuah rezim dengan mengucilkan tujuh turunan yg terduga komunis. Mencabut segala hak warga negara yg wajib

Legenda Pendekar Lendir

Nama Enny Arrow pernah sangat hits di Indonesia. Versi stensilannya banyak beredar di kalangan muda saat itu. Jelas, generasi saat ini sudah tidak ada yang mengetahui salah satu penulis yang

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply