Sisyphus

Sisyphus

Syahdan, Sisyphus tak sudi kembali ke neraka setelah melihat wajah dunia. Menikmati sejuk air, hangat matahari dan lautan yg berkilau cahaya. Ia membenci kematian dan mencintai kehidupan. Bersahabat dengan fana, membangkang para Dewa. Lalu hukuman kembali dijatuhkan ; sebuah siksaan tak terperi – dimana segala yg ia dikerjakan tak menghasilkan harapan. Sisyphus dihukum mendorong batu ke puncak tinggi. Setelah sampai di atas, ia harus menyaksikan batunya terguling lagi. Begitu seterusnya, Sisyphus terus menerus mengulanginya.

Kiranya, tak ada hukuman yg lebih mengerikan dari suatu usaha yg sia-sia tanpa harapan.

Tragis itu muncul saat Sisyphus tersadar akan nasibnya. Sebuah kesadaran yg menjadikan segalanya menjadi absurd. Konfrontasi antara dunia yg irasional dan kerinduan akan kejelasan sebuah panggilan yg menggema di kedalaman hati.

Hidup bukan hanya jalan terjal, tapi juga berhenti – karena aneh dan tak masuk akal. Manusia terlempar ke dunia, tapi tak tau harus berbuat apa. Kemudian mati dengan cara yg tak bisa diprediksi.

Masih layakkah hidup yg penuh kesewenang-wenangan ini dijalani?

Di hadapan segala absurditas Sisyphus memberontak. Namun harus dipahami bahwa pemberontakan itu tak hendak menjungkirbalikkan absurditas menjadi kepenuhan makna. Makna hidup (mungkin) bisa dicapai, namun bersifat sementara. Karena setiap pencapaian akan membuka cakrawala absurditas baru.

Batu Sisyphus akan terguling lagi. Dan lagi.

Para pertapa memaknai pemberontakan dengan ‘laku’. Ia bisa berarti berjalan atau bergulir. Dalam konteks tertentu adalah puasa, ziarah, mati-raga, bahkan derita. Dalam laku, manusia memberontak sekaligus menerima dengan sabar dan sadar apapun yg menghantam dirinya. Lebih jauh lagi mengolahnya. Kemudian menemukan cara pandang anyar, untuk menciptakan sesuatu yg baru.

Di puncak itu – sebelum penanggalan ini berganti, kita memang tak punya cukup alasan untuk membayangkan Sisyphus selalu bahagia. Dengan senyum sedikit angkuh saya harus menutup kisah Sisyphus ini, bahwa perjuangan Sisyphus menuju puncak itu sudah cukup untuk mengisi hati manusia.

Pun bukankah kita telah sepakat untuk menggulirkan yg terbaik?

Selamat Tahun Baru 2018

*

#sisyphus

Comments

comments

You might also like

Seniman Bajingan

Samson. Adalah cerita seorang pria perkasa yg mempunyai kekuatan melebihi manusia biasa. Dengan tangan kosong ia melawan seekor singa, bahkan mampu menghancurkan sebuah kavaleri musuh tanpa bantuan siapapun. Namun siapa

DPR Kualitas Sampah

Sebelumnya Rachel Maryam yang jalan-jalan ke Prancis meminta fasilitas KBRI. Lalu Ade Komarudin melontarkan kata “genit” kepada rombongan PIA (Persaudaraan Istri Anggota DPR) yang mungkin niatnya mengkoreksi, mengklarifikasi sekaligus menyelamatkan

Paris Hilton di Makah

November 2012. Muhammad Michael Knight, seorang mualaf Amerika menulis sebuah esai berjudul “Paris Hilton in Mecca”. Knight dikenal sebagai penulis radikal karena perspektifnya tentang islam yg fundamentalis namun bersikap toleran.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply