Surat Tertutup Untuk Ustad Arifin Ilham

Surat Tertutup Untuk Ustad Arifin Ilham

Selamat siang Ustad Arifin Ilham. Saya panggil tadz bukan tad ya?! Kalo tad takutnya ada yg gak ngerti dikirain murtad. Ups…!

Langsung saja. Belakangan ini beredar photo Ustad bersama tiga bidadari seperti mistery guest dalam kuis Berpacu Dalam Melodi. Maaf, saya bukan gak bisa menebak apalagi menilai mereka. Gimana mau menilai kalo tubuh dan wajah mereka 99,9% tertutup burka. Gak ada clue dan gak boleh dibuka. Repot kan? Tapi saya percaya istri2 Ustad pasti lebih cantik dari Isyana Sarasvati ato Nela Kharisma. Subhanallah.

FIY ya tadz, gegara photo itu banyak umat yg melongo. Meski gak sedikit pula yg justru malah mencibir sinis. Aiiiih… cuekin saja tadz. Mereka itu sebenarnya cuma ngiri. Kalo bukan barisan jomblo, mereka pasti ISTI. Ikatan Suami Takut Istri. Selebihnya paling ya istri2 yg merasa jiwanya terancam dengan momok poligami. Ustad tenang aja, gak usah panik dan teruslah berdzikir. Kalo perlu upload lagi biar mereka kejang2 setiap hari.

Saya sendiri milih prek! “Babahno. Sak penakmu. Sak karepmu tadz”. Boleh kan? Ya bolehlah, kenapa enggak? Ustad saja juga sak penake dewe menjadikan An-Nisaa sebagai senjata untuk membidik bidadari2 itu kok. Bersikap sak karepe dewe itu memang enak lho tadz. Apakah Ustad bisa membedakan tuqsithuu dan ta’diluu pada An-Nisaa 3 – itu nanti. Gak urusan. Yg penting kedua kata tersebut mempunyai arti yg mirip yaitu “adil”. Gak usah dengerin banyak ulama yg menafsirkan “adil” pada kedua kata itu berbeda makna. Apalagi jika menilik asbabun nuzulnya. Embuhlah tadz. Sak karepmu waelah. Yg penting Ustad hepi.

Masih tentang An-Nisaa. Beberapa waktu yg lalu Ustad berusaha mencari pembenaran atas poligami yg Ustad lakukan. Penggalan ayat “….dan kamu sekali-kali tidak bisa berbuat adil…” Ustad gelincirkan menuju kesimpulan bahwa Rasulullah tidak bisa berbuat adil. Fatal..! Kalimat khitab (objek pembicaraan) yg ada dalam ayat tersebut Ustad pahami hanya ditujukan kepada Rasulullah. Padahal, susunan kalimatnya berbentuk jama’ – bukan mufrad. Jadi ayat itu sebenarnya merujuk kepada seluruh laki laki secara umum, bukan kepada Rasulullah secara personal. Tapi biarlah, yg penting Ustad bisa ngaceng, eh seneng. Mudah2an para jamaah juga sudah lupa plintiran itu. Saya sendiri mulai migren kalo disuruh nginget2. Sak karepmulah tadz.

Lalu kalimat dua, tiga, empat pada “… fankiquu maa thooba lakum minannisaai mastna, wastulaatsa, warubaa’a “ hakikatnya agar kita selalu berlaku adil kepada anak yatim. Redaksi ayat ini mirip dengan larangan makan makanan tertentu – untuk memperkuat sebuah larangan. Misalnya, “Jika kamu khawatir sakit bila makan makanan ini, maka habiskan saja makanan selain yg dihadapanmu”. Perintah menghabiskan hanya sekedar menekankan perlunya mengindahkan larangan untuk tidak makan makanan tertentu, bukan untuk bertindak rakus. Tapi apalah saya yg ngawur ini. Saya bukanlah ahli dzikir seperti Ustad.

Ustad Arifin yg baik dan tidak suka pamer, Rasulullah tidak pernah menyakiti hati istrinya Khadijah – wanita yg sangat Beliau cintai. Rasulullah tidak melakukan poligami semasa Khadijah masih hidup. Meski setelah Khadijah meninggal Rasulullah menikah lagi (dan kebanyakan dengan janda) itupun karena alasan politis demi kelancaran syiar dan dakwahNya. Ya sudahlah, itukan Rasulullah. Beda dong dengan kita2. Khususon buat Ustadz apapun alasannya pokoknya boleh.

Surat An-Nisaa sebenarnya bukan hendak membuat perundang2an tentang poligami. Karena poligami sendiri sebenarnya sudah ada dalam masyarakat, adat istiadat dan syariat agama sebelum turunnya ayat ini. Jadi, An-Nisaa tidak pernah menganjurkan apalagi mewajibkan poligami. Ayat ini hanya menjelasakan bolehnya berpoligami. An-Nisaa adalah sebuah pintu kecil. Ia hanya dapat dilalui oleh sebagian umat yg sangat2 membutuhkan dengan syarat yg tidak ringan. Begitulah pendapat bodoh saya. Dan semoga Allah memberikan “tenaga extra” buat Ustad.

Tentang photo ini. Saya pribadi menghormati sikap istri2 Ustad yg iklas mengenakan burka. Naif, Ustad sendiri malah memamerkan mereka ke banyak orang di sosial media. Ironisnya kami juga gak bisa melihat wajah2 mereka. Ustad ngerti paradox kan? Ya begitulah.

Kalo memang gak ada niat pamer, mending photo2 itu disimpen saja buat konsumsi pribadi. Tapi saya maklum, karena Ustadz sudah terlanjur terkenal. Jadi gak papalah. Teruslah mengupload photo dengan para bidadari itu di sosial media. Kalopun ada yg bilang pamer gak usah di dengerin. Pencibir memang dijauhkan dari pintu surga. Allahu Akbar !!!

Terakhir. Melihat banyaknya makanan diatas meja dalam photo ini, ada baiknya Ustadz bikin video tutorial “Teknik rahasia makan tanpa ribet untuk wanita bercadar”. Sejauh ini belum ada yg bikin tutorial itu lho tadz. Unggah video itu ke Youtube dan viralkan di sosial media. Selain menjadi amal baik, saya yakin viewer, subscriber, liker, fan page, follower Ustad akan meledak dan mendatangkan kesempatan. Peluang tadz!

Karena dari situ pasti ada ukhti2 yg ngasih komen, bisa diajak ta’aruf lalu mau dijadikan istri ke empat dan seterusnya.

Amin ya rabbal alamin.

.

#mabukviagra

Comments

comments

You might also like

Cerita Tentang Teror

Sesuatu yg gelap mencekam untuk menakut-nakuti seseorang, sehingga meninggalkan trauma dan takut berkepanjangan. (Yg jurusan psikologi tolong dikoreksi definisi ngawur saya itu. Terima kasih). Teror tidak melulu berkaitan dengan teroris.

Kalo sudah begini siapa yg bisa saya pisuhi lagi?

Fahri Hamzah. Dia memang bukan Fahri dalam novel Ayat Ayat Cinta – sosok sempurna idaman para calon mertua. Kebanyakan orang menganggap Fahri Hamzah adalah salah satu pusat kontroversi di negeri

Issue Seputar Konflik Rohingya

Hafiz Mohammad Yunus, adalah salah satu pengungsi asal Myanmar. Ia tercatat sebagai salah satu dari hampir 1.000 orang Rohingya bersama ratusan migran Bangladesh yang mendarat di Aceh pada bulan Mei

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply