Trump Musti Belajar Demokrasi dari Jokowi

Trump Musti Belajar Demokrasi dari Jokowi

Soeharto mendata keluarga para mantan anggota PKI, lalu menyematkan tanda tapol pada mereka. Memimpin sebuah rezim dengan mengucilkan tujuh turunan yg terduga komunis. Mencabut segala hak warga negara yg wajib dilindungi bahkan hak sebagai manusia untuk hidup tenang.

Kini Donald Trump berencana meregister pemeluk agama Islam di Amerika, mempersempit ruang kebebasan dan melarang muslim dari negara2 tertentu masuk ke negaranya. Jika Anda muslim silakan marah. Namun saya pastikan bahwa apa yg dilakukan Trump dan Soeharto sama saja! Karena sikap ini berasal dari logika serupa, cuma dikeluarkan oleh pihak yg berbeda. Mereka sama2 memelihara embrio kebencian yg kelak melahirkan trauma bagi peradaban manusia bernama ketidakadilan.

Jika masyarakat Amerika ingin membentengi diri dari sejarah kelam isu rasial seperti di Indonesia, disini Soeharto didaulat menjadi pahlawan, Rizieq Shihab diangkat menjadi imam besar. Membuat spanduk Ganyang Cina, Usir Cina dan Anti Kristen. Meninggalkan kesadaran bahwa ras yg mereka hina itu sudah ada sejak jamam Sriwijaya, sedangkan pribuminya hanya ras Papua – yg dari dulu juga dihina, hingga sekarang!

Keadilan adalah ketika Abu Bakar Baasyir yg jadi sponsor bom Bali, namun keluarganya tak pernah di jadikan tapol. Trump musti belajar demokrasi dari Jokowi.

Comments

comments

You might also like

Masih Seputar Jilbab

Rina Nose bukan selebriti pertama yg melepas jilbab. Ada Tri Utamie, Rossa, Marshanda, Tya Subiyakto yg lebih dahulu melakukannya. Tak tanggung-tanggung Sukayna, cicit Rasulullah, juga menolak mengenakan jilbab. Tapi tentu

Via Vallen dan Iman yang “Bergoyang”

Kami berpisah di setengah malam terakhir. Effe Unzyp, seorang Vyanisty fakir kuota melanjutkan download bokep MILF Korea. Dimas Nur kembali masyuk menikmati jaipongan koplo Mawar Bodas yg dibawakan Rena KDI

Bagaimana bisa kau mengaku Tuhan?

Suatu hari Fir’aun yang mengaku Tuhan didatangi seseorang dengan buah anggur sebagai persembahan. Tamu tersebut berkata : “Kalau kau memang Tuhan, ubahlah setangkai anggur ini jadi emas”. “Beri aku waktu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply