Valentine Bersama Dilan, VIcky dan Suliyono

Valentine Bersama Dilan, VIcky dan Suliyono

Dilan boleh menjadi tolak ukur bagaimana cinta menjadi syahdu untuk diungkapkan. Namun bicara soal bagaimana cinta harus perjuangan, dia wajib berguru kepada Vicky Prasetyo. Pemuda ganteng yg hanya bisa mbribik, ngegombal lewat kata-kata romantis atau terkesan macho sebagai anggota geng motor itu tak lebih dari seorang pecundang jika dibandingkan dengan suami Angel Lelga.

Vicky telah menunjukkan statusisasi kemakmuran dengan terjun dari helikopter demi seorang Angel Lelga tanpa memperdulikan kontroversi hatinya. Menceburkan diri ke laut untuk mencari cincin yg dia lempar sendiri. Belum lagi prosesi pernikahannya yg out of box, mulai dari penyebutan nama asli hingga selebrasi dengan menengadah dan mengangkat kedua jari. Sungguh, sebuah pelajaran bagaimana cinta harus diperjuangkan sekaligus dirayakan, meski dengan cara yg absurd dan tak masuk akal.

Sementara kita rakyat jelata hanya bisa ngowoh ketika frekuensi publik dirampok oleh media untuk menyiarkan dagelan yg se asu-asu nya itu.

Di waktu yg hampir bersamaan, seorang pemuda juga sedang berusaha meraih mahligainya. Ia lebih mengerikan dari Vicky. Dengan ambisi untuk bisa mengawini 72 wanita sekaligus, Suliyono menerobos kerumunan jamaah gereja, mengayunkan pedang, memenggal kepala Yesus, dan mengobrak-abrik kegiatan misa di rumah ibadah di Yogyakarta. Jihadis asal Banyuwangi yg umurnya belum menginjak dua puluh lima itu melukai beberapa orang. Ia berjuang memungut cinta – sebuah tiket untuk terbang meraih bidadari surga. Naas, polisi keburu membedil kakinya.

Di tengah perjuangan Dilan dan Suliyono, media menjejalkan Vicky Prasetya dengan semua hal yg tampak nggatheli dan lebay itu menjadi standart baru bagaimana cinta dan hidup romantis harus dilakukan. Lebih dari seorang yg cuma bisa ngompyeng “rindu itu berat, kamu gak kuat, biar aku saja”. Lalu, apakah ini juga pertanda bahwa Vicky memang lebih bermanfaat dari seorang pemuda yg menukar hp nya dengan sebuah samurai untuk membabat gereja demi menikahi bidadari surga?! Lebih dari itu, benarkah Dilan, Vicky dan Suliyono adalah simbol perjuangan laki-laki meraih cinta dan kasih sayang yg sebenarnya?

Cerita ketiga lelaki itu setidaknya menyadarkan kita bahwa di negeri ini masih ada kalangan yg mendaku sebagai entertainer atau pendakwah yg sangat giat menyuguhkan hal-hal konyol dan tak masuk akal. Mereka menjual jalan pintas untuk seseorang yg tak mempunyai manfaat bagi masyarakat.

Dengan perasaan perih, mari kita rayakan Valentine tahun ini dengan mengambil tema ;

“Dihadapan cinta dan perempuan, laki-laki tak lebih dari remah-remah rangginan yg tersesat di dalam toples Khong Guan.”

Rendah, mlempem dan nggilani….

*

#valentine

Comments

comments

You might also like

Qum Haitsu Aqomakallah

Tidak ada tempat terbaik kecuali wilayah yg kita tempati hari ini. Tidak ada waktu terbaik kecuali momen yg kita rasakan saat ini. Tidak ada yg lebih membahagiakan, kecuali jika kita

New 7 Wonder dan Masalah Kredibilitas Kita

Kita masih ingat di tahun 2011 – 2012 media massa dipenuhi dengan berita-berita New7Wonders. Kebanyakan berita-berita tersebut mengutip ucapan tokoh-tokoh baik yang mendukung maupun tidak mendukung New7Wonders. Yang disayangkan adalah

Masih Seputar Jilbab

Rina Nose bukan selebriti pertama yg melepas jilbab. Ada Tri Utamie, Rossa, Marshanda, Tya Subiyakto yg lebih dahulu melakukannya. Tak tanggung-tanggung Sukayna, cicit Rasulullah, juga menolak mengenakan jilbab. Tapi tentu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply