Via Vallen dan Iman yang “Bergoyang”

Via Vallen dan Iman yang “Bergoyang”

Kami berpisah di setengah malam terakhir. Effe Unzyp, seorang Vyanisty fakir kuota melanjutkan download bokep MILF Korea. Dimas Nur kembali masyuk menikmati jaipongan koplo Mawar Bodas yg dibawakan Rena KDI Monata. Saya yg semula hendak memberikan catatan tentang polemik tambang gamping di Sampung Ponorogo mendadak limbung dan gagal fokus. Dimas Nur meneror saya untuk memberikan komentar video Via Vallen yg sedang viral di Instagram. Memakai sweater hitam dengan rambut tergerai, Via Vallen bergelanyutan manja membawakan lagu Ae Dil Hai Mushki sambil merem melek memegang gorden.

“Selamat pagi, selamat hari Senin dan selamat beraktifitas”, ia menyapa empat juta followernya. Duh… piye iki?

Nyali saya langsung mengkeret. Namun sebagai Vyanisty sejati, hati kecil ini tak kuasa menolak. Sejujurnya saya sudah gak kuat lagi menengok IG Via Vallen. Apalagi melihat video itu untuk yg ke sekian puluh kali, ternyata hanya meninggalkan rasa takut di hati. Takut meleleh lagi.

Pada sepersekian detik jantung saya berhenti berdetak, persis ketika Dimas Nur (seniman bajingan yg semasa kuliah pernah mendaku sebagai kembaran Del Piero) menyatakan bahwa Via Vallen jauh lebih besar dari selembar jagad hiburan tanah air. Kontan saya segera mengamini pernyataan tersebut. Menurutnya, Via Vallen adalah Mesiah – seseorang utusan Tuhan yg mengemban visi membawa kejayaan bagi Kerajaan Dangdut Indonesia. Kok bisa? Begini, sampai tulisan ini saya buat, di Youtube video “Sayang” Via Vallen setidaknya telah ditonton lebih dari 104 juta kali sejak diunggah 27 Februari 2017. Terpaut 5 juta diatas Jaran Goyang-nya Nella Kharisma dan jauh melampaui Akad-nya Payung Teduh. (Pesan penting : Jika tak ingin dipersekusi oleh Vyanisty, jangan sekali-kali membandingkan Via Vallen dengan YoungLex yg super nggatheli itu. Beda kelas bro!). Jadi, lagu “Sayang” rata-rata telah dinikmati 10.5 juta kali sebulan atau 350 ribu kali sehari. (Halo para youtuber, kalkulator kalian lagi gak habis batre kan? Uhuk, uhuk..). Statistik itu belum termasuk lagu-lagu Via yg lain, yg dicover, dan Mp3 yg diunduh, serta gelaran vcd lima ribuan di pingir jalan. Sungguh sebuah pencapain yg tak bisa diabaikan sebelah mata untuk seorang penyanyi 27 tahun yg baru 2015 kemaren menginjakkan kaki diatas panggung saweran. Wahai Vyanisty sejagad raya, nikmat Tuhan mana lagi yg kalian dustakan?

Dimas Nur bahkan berani mengklaim bahwa Via Vallen secara spiritual sudah patut disetarakan dengan Joan of Arc. La Pucelle – dara suci Katolik Perancis yg mengaku mendapat pencerahan Tuhan untuk memimpin pasukan Charles VII. Ia memakai baju zirah, menunggang kuda, membawa pataka dan menghunus pedang untuk merebut kembali wilayah yg dikuasai Inggris dan Burgundi pada masa Perang Seratus Tahun.

“Aku diberkati Tuhan, direstui gereja, dan dicintai rakyat”, demikian Joan of Arc berucap.

Mengingat kata-kata itu, hati ini rasanya seperti diiris-iris. Bukan karena legitimasinya yg sangat kafah, tapi saya tak kuat membayangkan kematian Joan of Arc yg sangat tragis. Hari itu Joan of Arc mengenakan pakaian perempuan, terikat kencang di tiang tinggi. Ia meminta petugas memegang salib di hadapannya. Dengan lantang ia menyebut nama Tuhan di tengah kobaran api yg siap melumat tubuhnya. Sebelum ajal, Joan of Arc diberi kesempatan melakukan sakramen sekali lagi – untuk mengakuai dosa-dosanya, sebab dianggap sebagai tukang sihir dan melakukan bid’ah dengan memakai baju laki-laki. Sebuah tuduhan yg sangat politis, karena sejatinya ia tak pernah menghina gereja. Joan hanya jengah dengan kelakuan bandit-bandit kerajaan yg mempolitisir agama demi syahwat kekuasaan mereka. Ia menolak sakramen itu dan memilih dibakar hidup-hidup. Joan of Arc mati memeluk visi Tuhan dengan iman yg tak pernah redup. Ia tidak sendiri, konon di seberang sana Syeh Siti Jenar dan Al Hallaj juga punya cerita yg setali. Halah malah tekan ngendi-ngendi….

Saya yakin Dimas Nur dan Vyanisty tentu belum siap menerima kenyataan jika kelak Via Vallen – yg meskipun membela iman – harus mati ala Joan of Arc. Ya siapa tau, karena elektabilitas dan popularitasnya yg terus naik, Via Vallen bakal gampang dituduh sebagai orang paling berbahaya terhadap stabilitas politik Kerajaan Dangdut Indonesia. Ia bisa dikafirkan dengan dalih apapun, dicari-cari kesalahannya atau dikunyah konspirasi media penguasa. Lalu mati dengan cara tak terduga, termasuk mungkin dieksekusi seperti Joan of Arc. Ayolah mikir, hal-hal tersebut pasti tak jauh-jauh dari urusan politik bukan? Lihatlah betapa jutaan Vyanisty itu semua adalah manusia-manusia yg militansinya tak perlu diragukan lagi. Seorang sumber dari ring satu istana memberi bocoran bahwa yg mempunyai peluang besar untuk melakukan makar itu justru bukan HTI, tapi Vyanisty. Tak ada yg lain! Hanya di Vyanisty terkumpul orang-orang yg mempunyai kadar nekad diatas rata-rata kewarasan manusia. Merekalah pasukan yg paling siap melakukan suksesi terhadap Raja Dangdut yg sah..!

Saya berbaiat pada Cak Sodik Monata, kelak 2019 para Capres harus keluar uang, kaos, beras, dan tetek bengek untuk ngumpulin masa dan meraih simpati. Tapi sunatullah berlaku sebaliknya. Pecinta Via Vallen yg tergabung dalam Vyanisty malah iklas berdesak-desakan, bahkan sanggup merogoh kocek berapapun agar bisa mengelu-elukan seorang Maulidia Octavia – nama asli Via Vallen.

Maka dari itu, sebagai Vyanisty garis keras, ijinkan saya berdiri di depan gerbang Kerajaan Dangdut Indonesia, sambil mengepalkan tangan kiri ke angkasa dan berteriak : Vyanisty atau Revolusi…!!!

“Sayang, sampai memutih rambutku, ra bakal luntur tresnoku……..”

Goyang broooo!!!

Comments

comments

You might also like

Curhat Baper Ibu Ani Yudhoyono

“Saya sudah memotret kehidupan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai merauke selama 10 tahun mendampingi suami, saya melihat keberhasilan yang luar biasa dari Kepemimpinan Suami saya, tidak ada satupun hasil foto

Sisyphus

Syahdan, Sisyphus tak sudi kembali ke neraka setelah melihat wajah dunia. Menikmati sejuk air, hangat matahari dan lautan yg berkilau cahaya. Ia membenci kematian dan mencintai kehidupan. Bersahabat dengan fana,

Penak Jamanku

Bapak-bapak, ibu-ibu anggota klompencapir yg berbahagia, saya ingin menyampaiken sekarang ada Pertai daripada Berkarya dan Pertai daripada Garuda yg didiriken oleh anak-anak saya. Bahkan bekas menantu saya sudah lebih dulu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply